PEMBAHARUAN SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN

I. PENGERTIAN PESANTREN
Istilah Pesantren di dalam kalangan santri berpendapat bahwa pesantren yang mendapat awalan “pe” dan ”an” yang berarti tempat tinggal para santri, sedang istilah santri berasal dari bahasa Tamil yaitu “Sattiri” yang memiliki arti yaitu orang yang tinggal di sebuah rumah miskin atau bangunan keagamaan secara umum.

Seseorang yang bernama Manfred memberi arti bahwa pesantren berasal dari masa sebelum masa islam serta mempunyai kesamaan dengan Bhuda dalam bentuk asrama. Menurut pendapat yang lain bahwa pesantren itu merupakan pranata pendidikan asli islam yang lahir dari pola kehidupan tasauf yang berkembang di beberapa wilayah islam seperti Timur Tengah dan Afrika Utara, yang dikenal dengan sebutan Zawiyat.

II. KARAKTERISTIK PENDIDIKAN PESANTREN
Termasuk salah satu dari bukti kebutuhan masyarakat Indonesia pada pesantren yaitu akan pendidikan agama yang diberikannya. Keberadaan Pesantren di tengah-tengah masyarakat Indonesia selama berabad-abad sampai sekarang. Apalagi kalau diingat bahwa pesantren-pesantren yang bertebaran di Indonesia semua atau hampir semua kepunyaan Kyai dan rakyat Indonesia sendiri, bukan kepunyaan Pemerintah. Semua dapat hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Ada diantaranya telah berumur ratusan tahun, seperti pesantren salafiah Darus Salihin di Tempelsari, Kali Jajar Jawa Timur yang berdiri tahun 1364. Pondok Al-Kahfi di Sumberadi Kebumen Jawa Tengah tahun 1600, dan pesantren Darul Muttaqin di Losari Jawa Tengah berdiri tahun 1648.

III. KEKUATAN DAN KELEMAHAN PENDIDIKAN PESANTREN
A. KEKUATAN/KELEBIHAN PENDIDIKAN PESANTREN
1. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tempat memperdalam ilmu agama islam, agar dapat melestraikan ilmu – ilmu tersebut dengan tujuan menjadi kader ulma’, pemimpin umat dan pemimpin Bangsa.
2. Pesantren menggunakan sorogan dan halaqoh (ceramah) dengan metode tersebut menyimpulkan bahwa kemampuan akan menghafal sekian banyak ayat, hadits, dan pelajaran-pelajaran lainnya di luar kepala.
3. Dapat melestarikan kitab-kitab klasik tersebut, juga setidak-tidaknya mampu memahami bahasa aslinya (bhs Arab).
4. Dapat menerima (ikhlas) dengan kekurangan sarana dan prasarana yang dimiliki pesantren serta semangat juang yang menggabu-gebu untuk menutupi kekurangan dan berusaha untuk mengatasinya, dan keberadaanya yang dibutuhkan masyarakat.
5. Lebih memudahkan pengorganisasian dan dalam menata administrasinya.
6. Pesantren juga sangat dibutuhkan oleh sebagian besar Bangsa Indonesia sebagai alternatif pendidikan yang diminatinya.
7. Tradisi keagamaan pada pesantren terlihat sangat kuat dan tidak mudah untuk dimasuki oleh paham2 dari luar yang akan merusak sendi-sendi tradisi kegamaan tersebut.

B. KEKURANGAN/KELEMAHAN PENDIDIKAN PESANTREN
1. Pola kehidupannya mencontoh orang – orang tasauf, sehingga dalam pandangan kebanyakan orang, terlihat kumuh dan tidak terawat dengan baik serta kurangm memperhatikan unsure keduniawian.
2. Kurangnya kemampuan dalam menalar, karena doktrin harus menghafal sehingga juga banyak yang kurang memahami pelajaran yang dihafalnya.
3. Kurang mengikuti perkembangan kitab-kitab terbaru dengan problematika yang terjadi di masyarakat.
4. Umumnya Pesantren tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
5. Lebih dominant, karena memunculkan sikap otoriter, tidak proposional dalam pengelolaannya, tidak mudah menerima pembaharuan dari luar, dan terkesan eksklusif.
6. Tidak semua pondok pesantren memiliki kualitas yang sama didalam mendidik santrinya.
7. Fanatik terhadap salah satu pendapat (mdzhab) tertentu dengan tanpa mempelajari madzhab lainnya, sehingga kita tidak ada persoalan dalam masalah fiqih terjadi pertentangan dan saling menyalahkan.

IV. PENUTUP / KESIMPULAN
Dari berbagai uraian di atas, hendaknya kita dapat mempelajari sekaligus mempraktekkannya dan memahami sebagian yang sudah tertera diatas ya’ni yang disimpulkan sebagai berikut :
1. Pengertian Pesantren
2. Karakteristik Pendidikan Pesantren
3. Kelebihan – kelebihan yang ada pada pesantren
4. Beberapa lekurangan atau Kelemahan dalam pesantren

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s